Pernah merasa kulit tiba-tiba jadi kusam, kering, berjerawat, atau lebih sensitif setelah liburan, padahal semua produk skincare yang dipakai masih sama? Kondisi ini sering membuat bingung, karena secara logika tidak ada perubahan produk yang digunakan. Namun faktanya, kulit tidak hanya dipengaruhi oleh skincare, melainkan juga sangat sensitif terhadap perubahan rutinitas dan gaya hidup.
Selama liburan, banyak kebiasaan harian yang berubah tanpa disadari. Mulai dari jam tidur yang berantakan, aktivitas luar ruangan yang lebih intens, hingga pola makan yang tidak terkontrol. Semua faktor ini bisa berdampak langsung pada kondisi kulit, bahkan lebih besar dibandingkan pergantian produk skincare itu sendiri.
Perubahan Rutinitas Harian yang Mengganggu Keseimbangan Kulit
Rutinitas harian berperan penting dalam menjaga stabilitas kulit. Saat liburan, rutinitas cenderung menjadi tidak teratur waktu bangun dan tidur berubah, jadwal skincare terlewat, hingga frekuensi membersihkan wajah yang tidak konsisten. Ketika rutinitas dasar ini terganggu, skin barrier bisa ikut melemah, sehingga kulit lebih mudah kehilangan kelembapan dan rentan terhadap iritasi.
Kulit menyukai konsistensi. Ketika kebiasaan sederhana seperti double cleansing, penggunaan moisturizer, atau sunscreen tidak dilakukan secara optimal, kulit akan menunjukkan tanda “protes” berupa kusam, kering, atau munculnya jerawat.
Kurang Tidur dan Kualitas Istirahat yang Menurun
Liburan sering identik dengan tidur larut, bangun lebih siang, atau bahkan kurang tidur karena aktivitas yang padat. Padahal, saat tidur malam, kulit melakukan proses regenerasi sel dan perbaikan alami. Kurang tidur dapat meningkatkan kadar hormon stres (kortisol) yang memicu produksi minyak berlebih dan peradangan pada kulit.
Akibatnya, kulit terlihat lebih lelah, muncul lingkar hitam di bawah mata, dan jerawat lebih mudah timbul. Meski skincare yang digunakan tetap sama, tanpa waktu istirahat yang cukup, kulit tidak mampu bekerja secara optimal.
Pola Hidup dan Aktivitas yang Berubah Drastis
Selama liburan, pola hidup sering kali menjadi kurang terkontrol. Konsumsi makanan tinggi gula, gorengan, atau minuman manis meningkat, sementara asupan air putih justru berkurang. Selain itu, aktivitas di luar ruangan seperti terpapar sinar matahari, polusi, dan perubahan suhu juga lebih sering terjadi.
Paparan sinar UV berlebih tanpa perlindungan maksimal dapat merusak skin barrier dan mempercepat dehidrasi kulit. Ditambah dengan kurangnya hidrasi dari dalam, kulit menjadi lebih kering, kusam, dan kehilangan elastisitasnya.
Stres Fisik dan Lingkungan yang Tidak Disadari
Meski liburan bertujuan untuk bersantai, tubuh tetap bisa mengalami stres fisik akibat perjalanan panjang, perubahan cuaca, hingga lingkungan baru. Kulit sebagai organ terluar akan langsung merespons kondisi ini. Stres lingkungan dapat memicu sensitivitas, kemerahan, bahkan breakout pada sebagian orang.
Inilah alasan mengapa kulit bisa terlihat “rusak” setelah liburan, meskipun tidak ada produk skincare yang diganti.
Saatnya Reset Kulit Setelah Liburan
Jika kulit terasa lelah setelah liburan, ini saat yang tepat untuk kembali ke basic skincare. Fokuskan perawatan pada tiga langkah utama: hydrate untuk mengembalikan kelembapan, repair untuk memperkuat skin barrier, dan protect untuk melindungi kulit dari paparan lingkungan.
BGSKIN menghadirkan rangkaian perawatan yang diformulasikan untuk membantu kulit kembali seimbang tanpa perlu menambah banyak step. Pinkish Blossom Series hadir sebagai basic skincare untuk pemilik kulit normal. Tea Tree Miracle Series untuk Sahabat Glowing yang memiliki kulit berjerawat dan untuk pemilik kulit sensitif kalian bisa gunakan 5X Ceramide Calming Series. Dengan penggunaan yang konsisten dan gaya hidup yang lebih teratur, kulit akan kembali terasa lebih sehat, tenang, dan siap beraktivitas.
Yuk, mulai reset kulitmu hari ini dan biarkan kulit glowing secara alami bersama BGSKIN.
